GOLONGAN III B

Posted by: admin

December 15th, 2010 >> Uncategorized

GOLONGAN III B

Perbandingan Sifat Unsur-Unsur Golongan IIIB

a. Ukuran Atom

Dalam satu golongan, dari atas ke bawah jari-jari semakin bertambah besar, jumlah kulit elektron semakin banyak.Sedangkan dalam satu periode, dari kiri ke kanan jari-jari semakin pendek, karena ukuran inti semakin ke kanan semakin besar, daya tarik inti dengan elektron semakin kuat.

b. Densitas
Dalam satu golongan dari atas ke bawah densitas semakin besar. Hal ini dikarenakan massa atom relative yang semakin besar pula tetapi menempati volume yang hampir sama.

c. Energi Ionisasi
Energi ionisasi merupakan energi yang dibutuhkan untuk melepaskan satu elektron yang terikat paling lemah dari suatu atom netral atau dalam keadaan gas.

Dalam satu golongan, dari atas ke bawah nilai energi ionisasi unsur golongan IIIB semakin menurun, karena dari atas ke bawah jari-jari atom semakin besar sehingga daya tarik inti dengan elektron terluar semakin lemah, maka energi ionisasinya semakin kecil.

d. Elektronegatifitas
Elektronegatifitas adalah kemampuan suatu atom untuk menarik elektron dari atom unsur lain.
Dalam satu golongan, dari atas ke bawah elektronegatifitas unsur golongan IIIB semakin kecil, karena jari-jarinya semakin besar, volumenya semakin besar dan daya tarik inti dan elektron semakin lemah.

Unsur-Unsur Golongan IIIB

Read the rest of this entry »

ANALISIS ANION NITRAT, NITRIT, SULFAT, DAN SULFIT

Posted by: admin

December 15th, 2010 >> Uncategorized

Banyak ion-ion terlarut yang kita temui di sekitar kita misalnya pada air laut, sungai, limbah, atau pun dalam bentuk padatannya seperti pada tanah dan pupuk. Unsur  logam  dalam  larutannya  akan membentuk  ion  positif  atau kation,  sedangkan  unsur  non  logam  akan  membentuk  ion  negatif  atau anion. Sehingga perlunya analisis untuk mengidentifikasi jenis anion yang berada dalam sampel. Perlunya mengetahui sifat fisik dan sifat kimia dari anion tersebut.

SULFAT

Secara kualitatif anion sulfat dapat diketahui dengan prosedur:

Dengan larutan Barium klorida terjadi endapan putih yang tak larut dalam asam-asam dan aqua regia/ air raja (HClp:HNO3= 1:3)

Secara kuantitatif dapat dilakukan menggunakan spektrofotometer:

Telah dilakukan penelitian penentuan sulfat secara spektrophotometri menggunakan alat spektrophotometer genesys 20, uranium di dalam larutan uranil nitrat (sampel) dipisahkan dengan cara ekstraksi menggunakan tributyl phospat-hexan 30%. Sulfat pada fase air diendapkan sebagai barium sulfat di dalam suasana sulfat berlebihan dan di dalam suspensi glycerin sebagai matrix. Metode yang digunakan pada percobaan ini adalah turbidimetry yaitu pengukuran absorbansi berdasarkan kekeruhan larutan dan menggunakan alat spectrophotometer genesys 20.

SULFIT

Secara kualitatif tes untuk sulfit melibatkan oksidasi belerang untuk sulfat oleh bromin sesuai dengan reaksi:

H2SO3(aq) + 2 Br(aq) + 2 H2O(l)                    2 Br(aq) + SO42-(aq) + 4 H+ (aq)

Apabila barium telah terbentuk kembali membuktikan adanya ion sulfit. Ion sulfit akan teroksidasi menjadi ion sulfat oleh bantuan udara.

Adapun prosedur lain untuk identifikasi sulfit yaitu:

Read the rest of this entry »

Hello world!

Posted by: admin

November 30th, 2010 >> Uncategorized

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!